Berkaca dari predikat tersebut, segala persoalan terus dicicil untuk diselesaikan hingga tuntas.
Bima Arya menyadari bahwa menjadi wali kota tidak hanya mengolah kata, menata kota, tapi juga membangun manusia dan menjadikan kota untuk semua dan itu yang sangat tidak mudah, namun dengan kebersamaan bisa dicapai.
“Kami terima kasih atas kolaborasi dan sinergi degan semua, karena banyak dukungan untuk menjadikan Kota Bogor menjadi kota yang lebih baik dan penghargaan ini kami persembahkan bagi warga Kota Bogor dan warga Indonesia yang percaya bahwa perbedaan adalah keniscayaan, keberagaman adalah keharusan tapi kebersamaan harus terus diperjuangkan,” jelasnya.
Semua capaian ini, lanjut Bima Arya adalah atas kolaborasi dan sinergi dengan semua dan merupakan ikhtiar yang tidak pernah berhenti selama 10 tahun untuk memastikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada minoritas juga menjadi utama di Kota Bogor.
Bima Arya juga menitipkan agar ke depan siapapun pejabatnya, siapapun walikotanya, Indeks Toleransi di Kota Bogor harus terus menguat tidak boleh mundur dan jangan pernah mundur.
“Tahun ini Indeks Toleransi Kota Bogor naik dari ke-17 ke-12 dan untuk ukuran kota besar naik dari peringkat ke-5 ke peringkat ke-3,” ujarnya.








