Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Terobosan Gali Potensi Pendapatan

Potensi

Di awal sosialisasi, Plh. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Tyas Ajeng Fitriani Prihandari menegaskan perlunya evaluasi SPPT 2019-2024, identifikasi potensi perbaikan dan terus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan pajak yang lebih transparan dan efisien.

Dilaporkan pendapatan PBB-P2 Kota Bogor tahun 2019 sebesar Rp 144 miliar,  tahun 2020 sebesar Rp 142 miliar, tahun 2021 sebesar Rp 159 miliar, tahun 2022 sebesar Rp 164 miliar dan pada tahun 2023 meningkat signifikan sebesar Rp 219 miliar. Dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dalam bentuk kepatuhan wajib pajak membayar SPPT tahun berjalan meningkat sebesar  6,43 persen.

“Tahun 2024 SPPT ditetapkan sebanyak 283.433 buah dan disediakan 23 kanal pembayaran non tunai atau secara online untuk membantu dan mempermudah masyarakat dalam pembayaran. Selain pembayaran digitalisasi, diberikan stimulus bagi yang sudah mendaftar di E-SPPT berupa diskon 15 persen untuk yang membayar di bulan Februari, 10 persen yang bayar di bulan Maret dan 5 persen di bulan April. Semoga momentum ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Tyas.

Baca Juga  PWI Pusat Jatuhkan Sanksi Terhadap Umbaran Widodo dan Rekomendasi Tarik Kartu UKW ke Dewan Pers

Pos terkait