Dalam membaca ditegaskan Bima Arya, harus seimbang antara fiksi dan non fiksi. Dengan membaca buku fiksi akan melatih rasa dan imajinasi, sementara non fiksi berkaitan dengan perspektif, pemikiran, motivasi yang bisa membuat pembacanya tetap menjejak di bumi.
“Kalau terlalu sering baca buku fiksi akan membuat seperti hidup di dunia lain. Untuk itu membaca buku fiksi dan non fiksi harus seimbang,” ungkap Bima Arya.
Terakhir Bima Arya menyampaikan banyak anak muda yang banyak membaca tapi tidak memiliki empati sosial. Sebaliknya yang suka gaul tidak pernah baca buku yang bisa berdampak logikanya tidak kuat, tidak bisa fokus.
“Kalau kita suka baca, aktif organisasi dan bisa menyeimbangkan semua, maka akan membentuk karakter. Pengalaman adalah guru terbaik, tapi yang lebih top adalah learning from other people experience is the best guard, karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam menjalani pengalaman. Gagal atau suksesnya seseorang adalah pembelajaran yang berharga. Dengan membaca buku biografi tokoh kita bisa mempelajari pengalamannya dalam meraih kesuksesan,” kata Bima Arya yang hadir didampingi Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati dan Kepala Diarpus Kota Bogor, Rudiyana.
Koordinator Indonesia Book Party Chapter Bogor, Bakti Setia Legawa menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas yang baru terbentuk pada 14 Januari 2024 ini dimaksudkan untuk memfasilitasi orang-orang yang senang atau hobi membaca maupun yang senang menulis.








