Pelaksanaan lomba marawis dan hadroh yang diikuti puluhan peserta se-Kota Bogor ini pun membuatnya bangga. Sebab artinya hadroh dan marawis memiliki potensi yang luar biasa, sehingga nantinya bisa terus dikembangkan, dibimbing dan dibina agar terus berkembang maju dan terus berinovasi dalam kreativitas.
“Ya jadi Insya Allah ini acara yang berkah, tidak saja menguatkan ghirah keIslaman, tetapi juga menampilkan ekspresi seni dari tradisi kebudayaan Islam kita yang diturunkan. Dan mudah-mudahan bisa terus diinovasi biar tidak kaku, mungkin ke depan tidak hanya duduk, tapi ada gerakan lain yang tidak kalah dengan seni budaya kontemporer lainnya,” ucapnya.
Ke depan lanjut Bima Arya, di Museum Pajajaran juga akan ada berbagai kegiatan seiring dengan berlanjutnya kegiatan pembangunan.
Di lokasi yang sama, Kadisparbud Iceu Pujiati menyampaikan lomba marawis dan hadroh ini kembali digelar setelah vakum selama dua tahun pasca Covid-19.








