Syarifah juga menyoroti pentingnya keakuratan data pengukuran dalam upaya penurunan WUS. Ia meminta agar seluruh pihak, termasuk puskesmas, kelurahan, dan posyandu, memberikan perhatian penuh terhadap proses pengukuran dan pendataan di lapangan.
Menurutnya, keakuratan data ini sangat penting agar intervensi yang dilakukan dapat efektif dan tepat sasaran.
“Data pengukuran sangat penting dalam memastikan kita memiliki informasi yang akurat. Saya mohon agar dari puskesmas, kelurahan, hingga posyandu memastikan bahwa pengukuran dilakukan dengan benar, sehingga kita bisa mendapatkan data yang valid dan bisa bekerja lebih efektif dalam menurunkan angka WUS,” tegas Syarifah.
Rapat ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk memfokuskan penurunan stunting di Kota Bogor. Dengan adanya evaluasi dan monitoring yang terus dilakukan, serta kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pihak kesehatan, dan masyarakat, target penurunan stunting yang ambisius di Kota Bogor diharapkan bisa tercapai.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Rasmana, serta Camat Bogor Timur, Camat Bogor Selatan, dan seluruh lurah dari kedua kecamatan. (*)








