“Kolaborasi DP3AKB Jabar dengan Kementerian Agama ini bukan yang pertama. Kita sudah memulai dengan melaksanakan sekolah pranikah. Kegiatan sekolah pranikah dilaksanakan agar anak yang menikah sudah tidak lagi pada usia anak. Kami berharap tidak ada lagi dispensasi nikah,” urai Siska.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga DP3AKB Jawa Barat Iin Indasari melaporkan, Kampanye Stopan Jabar diikuti penyuluh agama, penghulu, dan petugas lini lapangan DP3AKB se-Jawa Barat. Pihaknya menyediakan kuota 1.000 partisipan melalui platform Zoom Meeting dan selebihnya mengikuti melalui live streaming pada kanal Youtube DP3AKB Jabar.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas program Stopan Jabar. Tujuan lainnya adalah meningkatkan peran serta dan strategi komunikasi Stopan Jabar. Dalam rangka itu, kami menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama dan organisasi profesi untuk meningkatkan kapasitas para peserta,” ungkap Iin.
Narasumber Kementerian Agama diwakili Ketua Tim Peningkatan Kualitas Kepenghuluan dan Fasilitasi Keluarga Sakinah Toto Supriyanto, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Jawa Barat diwakili Nurafni Nurafni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) diwakili praktisi spesialis obstetri dan ginekologi dr. Herry Aktyar M,Sp.OG. Webinar dipandu Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat Najip Hendra SP. (N)








