Retno menambahkan, masyarakat juga perlu ikut berperan dan berpartisipasi aktif dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Dalam survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kota Bogor 2023, hasil capaiannya berada di angka 71,53 persen, melebihi target 71 persen. Survei ini menilai 10 indikator, namun ada dua indikator yang capaiannya masih rendah.
Indikator pertama adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, yang hanya mencapai 80,3 persen. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan lebih dari perkantoran dan instansi untuk menyediakan ruang menyusui dan ruang laktasi bagi ibu menyusui yang bekerja.
Indikator kedua adalah tidak merokok di dalam rumah, yang capaiannya baru mencapai 74,5 persen. Retno menyayangkan hal ini, mengingat Kota Bogor sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mengatur sembilan tatanan, tetapi belum mencakup tatanan rumah tangga.
“Dari hasil evaluasi tim, sebanyak 83 persen balita stunting di Kota Bogor memiliki satu faktor penyebab yang sama, yaitu adanya anggota keluarga yang merokok. Jadi, mungkin kita harus merevisi Perda agar tatanan rumah tangga masuk dalam Perda KTR,” kata Retno.








