“Kita harus melindungi bayi, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya dari paparan asap rokok serta mencegah perokok pemula. Kita tidak ikhlas jika anak-anak kita mulai merokok, karena dari kebiasaan merokok dapat berkembang ke narkoba,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Germas 2024, capaian institusi pemerintah yang melaksanakan Germas masih rendah, yakni hanya 37,5 persen dari target 50 persen.
Meski begitu, ada peningkatan pada indikator cek kesehatan rutin. Melalui inovasi Pamong Walagri yang disinergikan dengan Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg), jumlah pegawai yang rutin cek kesehatan mencapai 44,7 persen.
“Kita sudah memiliki Perwali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Nomor 48 Tahun 2017, yang sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Dimulai dengan pencanangan, komitmen bersama, sosialisasi ke berbagai tatanan, serta penyebaran informasi melalui berbagai media,” ujar Retno.
Di masyarakat, saat ini sudah banyak inovasi Germas, seperti Kampung Germas, Talas Bogor, Kelompok Peduli ASI, dan Konseling Mobil Curhat, yang ke depan akan menjadi prioritas Kementerian Kesehatan RI.








