Era Society 5.0, Humas Perguruan Tinggi Perlu Kuasai AI

Perguruan

“Calon mahasiswa yang cocok di UPI atau di fakultas mana misalnya. Chat GPT hanya menggunakan komen dan interaksi medsos. Untuk personalisasi perlu verifikasi. Tidak semua yang disampaikan dalam percakapan atau interaksi sosial itu benar,” pesan Pitoyo.

Layanan Purnajual Perguruan Tinggi

Sementara itu, dalam pengantarnya mewakili Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita, Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP menekankan pentingnya perguruan tinggi memberikan layanan “purnajual” kepada lulusan. Perguruan tinggi harus mampu memberikan pembinaan berkelanjutan, baik berupa layanan informasi maupun peningkatan kapasitas lulusan.

“Dalam konteks marketing, layanan yang baik dengan sendirinya menjadi tools marketing itu sendiri. Pengalaman studi, layanan administrasi akademik, maupun informasi lowongan kerja yang diberikan akan terekam dengan baik dalam memori lulusan atau alumni. Pengalaman ini akan dibagikan melalui media sosial atau disampaikan secara langsung kepada adik-adiknya di SMA. Ini menjadi marketing tersendiri. Ini efektif untuk menggaet calon mahasiswa,” jelas Najip.

Baca Juga  50 UMKM Kembali Terima Bantuan Tablet, Tingkatkan Kapasitas Bidang Keuangan

Menurut Najip, cara kerja tersebut mirip dengan apa yang terjadi di marketplace. Pada umumnya calon pembeli akan melihat review produk yang ditawarkan atau testimoni berdasarkan pengalaman belanja. Review dan testimoni pelanggan awal yang kemudian menjadi pertimbangan pelanggan berikutnya.

Najip mengingatkan bahwa salah satu dari indikator kinerja utama perguruan tinggi adalah profil lulusan. Kemampuan mengakses pekerjaan dalam enam bulan pertama setelah lulus dengan gaji sedikitnya 1,2 upah minimum provinsi (UMP), berwirausaha, dan melanjutkan pendidikan sangat berkaitan dengan keberadaan lulusan. Karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk membangun ekosistem alumni secara kuat.

Pos terkait