Luncurkan Program Héman ka Sepuh, Wihaji Sempat Goyang Stecu-stecu Bareng Genre

Wihaji

“Tentu ini sangat baik dan kita harus memberikan apresiasi. Ini luar biasa. Genre ini menjadi ujung tombak Kemendukbangga/BKKBN untuk memberikan edukasi dan konselor sebaya bagi remaja lainnya. Ketika orang tua memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi dengan anaknya, maka teman sebaya menjadi mitra paling pas untuk berbagi cerita sekaligus memberikan edukasi,” tambah Wihaji.

Duta Genre Kaupaten Majalengka Dzaskia Indirayanti Ramadhani yang menginisiasi gerakan Héman ka Sepuh menjelaskan, gerakan ini merupakan sebuah inisiatif sosial yang dikembangkan oleh para remaja yang tergabung dalam komunitas Genre. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian dan perhatian lintas generasi, di mana para remaja tidak hanya diajak untuk peduli terhadap masa depan mereka sendiri, tetapi juga terhadap para orang tua atau lansia yang ada di lingkungan mereka.

Baca Juga  Pemkot Bogor Datangi Kantor Kemenhub Terkait Rencana Pembangunan Trem Dan Stasiun Sukaresmi

“Secara khusus, program ini menekankan pentingnya nilai-nilai kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian sosial antar generasi. Tujuan utama dari program ini adalah membangun hubungan yang harmonis antara generasi muda dan para lansia, serta memperkuat ikatan emosional dan sosial yang selama ini mungkin mulai memudar karena kesibukan atau perubahan zaman,” ungkap Dzaskia.

Lebih jauh Dzaskia menjelaskan, program Héman ka Sepuh mencakup berbagai aktivitas yang bersifat edukatif, rekreatif, dan inspiratif. Beberapa di antaranya adalah sesi wejangan dan berbagi pengalaman. Di sini, para lansia diajak untuk membagikan cerita dan pengalaman hidup mereka, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, tantangan masa lalu, nilai-nilai perjuangan, dan kebijaksanaan yang diperoleh sepanjang hidup.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Tol Serang-Panimbang Seksi I Ruas Rangkasbitung

“Remaja mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari sumber yang kaya akan pengalaman. Hal ini sekaligus membentuk sikap hormat dan menumbuhkan empati yang lebih dalam terhadap orang tua,” papar Dzaskia.

Pos terkait