“Karena jika pemerintah bisa datang dan pergi silih berganti, tapi masyarakat yang kreatif adalah tulang punggung dan modal bagi perekonomian bangsa. Dan Indonesia tidak boleh kalah, sehingga dengan binaan-binaan secara priodeik, secara rutin semua orang bisa berkreasi mengambil langkah inovasi yang dimulai sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Ia berharap dari kegiatan ini akan muncil bibit-bibit ilmuan, para penemu, para inovator yang berdiri di atas kaki sendiri, dan ikut serta dalam membangun bangsa dan negara menjadi hebat di mata dunia.
“Maka atas dasarnya dari pemikiran dan pola pikir yang lengkap hadir untuk membangun sebuah bangsa yang kuat,” harapnya. (*)








