“Tadi kita melihat DTSEN ada yang sama dan ada yang tidak sama. Misalnya, seharusnya desil satu hingga lima, tetapi setelah dicek sudah menjadi desil enam hingga sepuluh. Hal-hal seperti itu perlu diperbaiki dan dikonfirmasi ke kementerian,” jelas Denny Mulyadi.
Adapun validasi dan verifikasi yang dilakukan diharapkan dapat menjadi role model bagi seluruh kelurahan di Kota Bogor dalam melakukan pemutakhiran data. (*)








