“Dua hari lalu kronologi sudah diceritakan. Awalnya memang ada amblas kecil di jalan itu, namun karena beberapa kali terlindas kendaraan bertonase besar, mungkin ke depan harus kita atur agar tidak terjadi longsor lagi,” tutur Jenal Mutaqin.
Ia menambahkan, ketika hujan deras mengguyur, bagian yang amblas tersebut membuat tembok penahan tanah (TPT) roboh secara utuh dan menutup saluran air.
“Sehingga banjir kemarin itu merupakan banjir air permukaan akibat drainase tertutup material longsor. Hari ini saya memastikan apa yang dilakukan oleh PUPR, Perumkim, PDAM, serta unsur kewilayahan, mana yang jadi tupoksi, mana yang harus diselesaikan, dan mana yang menjadi kewenangan,” urainya.








