“Jadi ini harus kita selesaikan bersama-sama dengan target secepatnya. Kegiatan akan dimulai dengan groundbreaking yang diharapkan dilakukan oleh Danantara pada awal tahun 2026. Infonya Februari, namun untuk bisa beroperasi penuh masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun,” ujarnya.
Penanganan sampah di Indonesia, termasuk di Bogor, harus dilakukan secara serius karena sudah berada pada fase darurat, sehingga penanganannya harus diselesaikan secara bersama-sama.
Bogor yang berada di posisi hulu aliran Sungai Ciliwung dan Cisadane memiliki peran penting dalam penanganan sampah yang akan berdampak pada wilayah hilir, yaitu Depok, Tangerang, hingga Jakarta.
“Jadi terima kasih atas kerja keras Wali Kota Bogor yang sangat serius, dan Pak Bupati yang juga memiliki peran sangat penting bagi kehidupan di Jakarta dan sekitarnya,” katanya.
Sebelumnya, Danantara telah melakukan verifikasi kesiapan rencana pembangunan PSEL WTE kepada Pemkot Bogor terkait keabsahan data, kelengkapan administrasi pertanahan, serta perizinan, termasuk hasil feasibility study yang telah dilakukan Kota Bogor dalam menangani persampahan di TPA Galuga.








