Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh Danantara, ia melihat adanya sinyal keinginan percepatan koordinasi.
“Jadi keinginan dari Danantara adalah tidak adanya ekses dari rencana yang menurut saya sudah cukup baik ini. Itu yang ditekankan, supaya nanti pada saat pembangunan dan groundbreaking dilakukan, sudah tidak ada lagi isu,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot dan Pemkab Bogor juga akan bersama-sama melakukan pendataan masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung untuk nantinya dapat diberdayakan, dengan terlebih dahulu melakukan studi terkait turunan dari hasil sisa pembakaran sampah.
“Misalnya untuk batako, pupuk, dan lain-lain, itu juga ingin diberdayakan. Tapi ini harus dikunci, karena kita tidak ingin akibat adanya proyek ini justru jumlahnya meningkat. Jadi yang sudah ada saja didata, kemudian dicarikan jalan keluar dan solusi terbaik,” ucapnya. (*)








