Wali Kota Bogor Hadiri Kegiatan Kopdar Jubir Digital Yang Digelar Diskominfo

Bogor

“Perlu ditingkatkan komunikasi antar OPD, jadi tidak semuanya kemudian hanya fokus pada dinas tertentu saja, harus bisa saling memberikan kontribusi, pengetahuan, dukungan,” jelasnya.

Dedie Rachim juga menyoroti kebutuhan pembuatan konten berbahasa Inggris atau asing untuk memenuhi permintaan informasi dari masyarakat internasional yang ingin mengenal Kota Bogor lebih jauh.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi peluang bagi Pemkot Bogor untuk mulai memperluas jangkauan komunikasi publik. Terlebih lagi, saat ini Kota Bogor sudah sering menjadi tuan rumah pada acara berbasis internasional.

“Ada kebutuhan dari masyarakat internasional untuk mengenal Bogor lebih banyak lagi. Terutama informasi tentang museum, Kebun Raya, dan objek wisata lain. Jadi ini kesempatan kita untuk mulai menggarap konten yang bisa diakses oleh masyarakat dari mancanegara,” tegas Dedie Rachim.

Baca Juga  Wali Kota Bogor Hadiri Perayaan Natal 2025 GBKP Bogor Barat

Ia juga memaparkan bahwa jenis aduan yang paling sering diterima Pemkot Bogor berkisar pada kemacetan, kebersihan, pedagang kaki lima, angkot ngetem, parkir liar, jalan berlubang, hingga saluran air mampet. Meskipun begitu, ia memastikan bahwa seluruh laporan telah memiliki SOP penanganan yang terus diperbaiki agar penyelesaiannya semakin cepat dan terkoordinasi.

Pos terkait