Yantie Rachim menegaskan bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, guru dan orang tua harus terus semangat dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus tanpa menuntut batas kemampuan mereka.
“Anak-anak istimewa ini adalah anak-anak titipan untuk kita. Setiap anak adalah unik dan setiap anak punya potensi. Hari ini kita bisa melihat hasil karya mereka selama mereka bersekolah, tanpa menuntut batas kemampuan mereka. Kita syukuri mereka bisa tumbuh menjadi anak yang sehat walaupun dengan keterbatasan yang mereka punya,” tutur Yantie Rachim.
Sementara itu, Ira, guru kelas anak autis SLBN Sejahtera Kota Bogor, menjelaskan bahwa kegiatan Market Day rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah untuk menampilkan hasil karya dan keterampilan siswa, sekaligus melatih kemandirian mereka.
“Kegiatan ini setiap tahun selalu kita adakan, karena kita ingin menunjukkan hasil karya anak-anak dan agar ke depannya bisa diperjualbelikan. Anak-anak juga menampilkan keterampilannya, seperti tadi anak-anak tunarungu yang menari jaipong,” jelas Ira.
Ia menambahkan bahwa proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dan kolaboratif, di mana siswa tunarungu terlebih dahulu diajarkan, kemudian menjadi tutor sebaya bagi siswa tunagrahita.








