Keprihatinan juga diungkapkan Prabowo atas kekayaan bangsa Indonesia yang bocor, karena kurang pandai dalam mengelolanya. Selain itu, ia menyoroti perilaku sejumlah elite yang lebih sering mengejek dan melempar sindiran terhadap kinerja pemerintah.
“Di akal sehat dan di hati saya tidak dapat menerima bagaimana negara yang begitu makmur dan berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati sebagian besar rakyat Indonesia. Bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung pada bangsa lain. Untuk pangan saja kita impor, impor, impor. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden sebelumnya menargetkan swasembada beras akan tercapai dalam waktu sekitar empat hingga lima tahun. Namun, dalam waktu satu tahun, swasembada pangan tersebut telah berhasil dicapai.








