Dalam laporannya, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana merupakan strategi pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga serta mencipatakan peluang yang berkontribusi besar dalam membentuk ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam mewujudkan generasi unggul Jawa Barat.
“Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan pengasuhan positif, serta percepatan penurunan perkawinan anak menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah. Khususnya dalam peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola pembangunan,” ungkap Siska.
Siska juga melaporkan Forum DP3AKB Jawa Barat juga membahas penguatan pembangunan keluarga melalui peningkatan kualitas pengasuhan, edukasi kesehatan reproduksi remaja, dan penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter pancawaluya masyarakat Jawa Barat. Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi dan konvergensi program lintas sektor guna memastikan kebijakan terintegrasi dan berdampak nyata.
Forum DP3AKB Jawa Barat dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat, akademisi, organisasi perempuan, Forum Anak Daerah, dan mitra pembangunan lainnya. Hadir menjadi narasumber kegiatan antara lain Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Budi Setiyono, dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Ane Carolina.(*)








