Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pembangunan infrastruktur yang tangguh harus dimulai dari fondasi yang kuat serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
“Perubahan iklim menuntut pendekatan konstruksi yang lebih cermat sejak tahap perencanaan tanah dasar. Melalui inovasi solusi stabilisasi tanah, kami meningkatkan stabilitas struktural untuk ketahanan proyek dalam jangka panjang,” ujar Rizki Kresno dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, teknologi stabilisasi tanah dinilai lebih efisien dibandingkan metode konvensional seperti soil replacement dan vertical drain. Metode ini memungkinkan penggunaan tanah lunak yang sebelumnya tidak stabil di lokasi konstruksi.
Selain mempercepat proses pembangunan, pendekatan tersebut juga mengurangi kebutuhan penanganan tanah berlebih sehingga lebih efisien dari sisi biaya serta berkelanjutan secara lingkungan.
Melalui rekayasa stabilisasi tanah, kuat geser dan daya dukung tanah lunak dapat ditingkatkan secara lebih optimal dengan penggunaan material pengikat yang lebih efisien. Metode ini juga membantu meminimalkan risiko penurunan maupun pergeseran tanah sehingga memperpanjang usia layanan infrastruktur.








