“Hari ini saya dengan Permukiman, PUPR, camat, lurah melihat dan memastikan bahwa kita akan bangun akses sampai ke Stasiun Ciomas Rancamaya. Nantinya suatu saat kalau KRL sudah ada jaringan listrik atasnya, ini bisa dimanfaatkan. Jadi tidak ada yang tiba-tiba bisa jadi besok, semua harus dibadamikeun, semua harus kolaborasi dan disinergikan,” ucapnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan menindaklanjuti usulan wali kota beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan DAOP 1 PT KAI. Saat ini perihal aset yang akan digunakan untuk pembangunan jalan masih dalam kajian.
“Karena kalau di Ditjen Perkeretaapian itu tidak ada skema pinjam pakai, yang ada adalah mekanisme sewa. Tapi kalau mereka sudah bersurat dengan skema sewa, masih ada penawaran. Dan kita minta agar 0 rupiah, karena kepentingannya masyarakat,” ucap Esti.
Untuk pembangunannya, sambung Esti, juga tidak menggunakan APBD, melainkan mencoba melalui mekanisme CSR Rancamaya.








