Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda

Pajajaran Gugat

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, keberpihakan pada nilai kesundaan bukan hanya soal pagelaran kesenian. Menurutnya, pagelaran merupakan simbol, namun yang paling utama adalah menghadirkan kembali seluruh energi masa lalu untuk masa depan.

Dari sisi pemerintahan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan tidak lepas dari sejarah masa lampau, sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk kemajuan di masa depan.

Baca Juga  Peletakan Batu Pertama RS Bogor Heart and Cancer Center, Bima Arya : Dukung Wujudkan Kota Sehat

Pos terkait