Dedi menjelaskan, sebagai sorang pemimpin yang mencintai seni dan kebudayaan secara khusus meminta Ketua TP PKK Jawa Barat Siska Gerfianti untuk menyelenggarakan lomba paduan suara bagi organisasi perempuan. Dia beralasan paduan suara memiliki kaitan erat dengan gaya kepemimpinan yang dijalankannya. Di mana dia lebih mengutamakan suara hati untuk menjalankan roda pemerintahan Jawa Barat.
“Saya sangat mencintai kejujuran. Kepemimpinan yang jujur senantiasa mendengarkan suara hati ketimbang terpaku pada anggaran. Seni berkaitan erat dengan suara hati. Di sinilah bertemu antara seni dengan kepemimpinan yang berpihak kepada kebutuhan rakyat,” ujar Dedi.
Dalam laporannya, Ketua TP PKK Jawa Barat Siska Gerfianti menjelaskan, lomba paduan suara diikuti 63 kelompok dari empat organisasi perempuan se-Jawa Barat. Para finalis yang hari ini unjuk gigi di Bale Gede Pakuan merupakan para pemenang pada babak penyisihan yang dilaksanakan di Bogor, Purwakarta, Cirebon, Garut, dan Bandung. Penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang terdiri atas dosen Program Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), praktisi seni pertunjukkan, dan musisi.
“Pemenang ditetapkan oleh tim juri secara independen. Kami di PKK maupun organisasi perempuan yang berpartisipasi pada lomba ini tidak ikut campur. Hasilnya, pilihan juri tidak lagi mempertimbangkan asal organisasi maupun perwakilan pemenang dari masing-masing wilayah. Yang dipilih benar-benar 10 terbaik,” tegas Siska.
Siska memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya dalam lomba ini. Sosok perempuan tangguh dan energik ini mengaku puas dengan penampilan para peserta. Saking bagusnya, Siska mengaku tidak akan sanggup memilih juara jika ditugaskan menjadi juri.








