Terkait tema HJB Ke-544, yakni “Bogor Nanjeur”, Dedie Rachim menilai tema tersebut memiliki makna kuat sebagai representasi semangat Kota Bogor dalam menghadapi tantangan zaman. “Nanjeur” memiliki arti tegak, maju, kokoh, dan pantang mundur.
“Bogor Nanjeur memiliki makna Kota Bogor harus terus berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan, meneguhkan komitmen, serta membangun semangat masyarakat untuk siap menghadapi perkembangan zaman hari ini maupun ke depan,” jelasnya.
Pemenang sayembara logo HJB Ke-544, Muhamad Ilham Akbar, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Pemkot Bogor untuk berkontribusi melalui karya terbaiknya.
Ia menjelaskan, konsep logo terinspirasi dari berbagai identitas visual, termasuk logo-logo HJB sebelumnya, Wonderful Indonesia, serta identitas visual Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan ikon khas Kota Bogor, seperti kujang dan tanduk kijang, hingga membentuk lekukan visual yang menjadi identitas logo HJB Ke-544.
Dari sisi warna, biru melambangkan tingginya curah hujan serta keberadaan dua sungai yang membelah Kota Bogor, yakni Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, yang merepresentasikan ketenteraman dan kedamaian.








