Firdaus menjelaskan, penataan terpadu di kawasan Batutulis sebenarnya telah diawali melalui sejumlah tahapan progresif. Mulai dari renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang tata pamer yang saat ini telah memajang sebanyak 103 koleksi benda bersejarah.
Selain itu kata Firdaus, benda-benda koleksi tersebut dihimpun dari berbagai sumber tepercaya, meliputi 50 koleksi dari masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dari Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi milik Pemkot Bogor.
” Daya tarik Museum Pajajaran dipastikan kian memikat dengan hadirnya deretan koleksi bernilai tinggi hibah dari keluarga maestro pelukis legendaris Indonesia, Basuki Abdullah,” Paparnya.
Ia menambahkan, koleksi masterpiece tersebut mencakup lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan era Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat asli Prabu Siliwangi. Seluruh artefak langka ini dijadwalkan menempati area khusus di Ruang Siliwangi sebagai pameran utama museum.
” Dalam rencana jangka pendek, Disparbud Kota Bogor juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Keraton Sumedang Larang untuk pembuatan replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda,” ujarnya.








