Kepala DP3AKB Jabar Minta Penyuluh KB Dorong Graduasi Keluarga Miskin Jadi Keluarga Pancawaluya

DP3AKB

Menurut Siska, dari 13,7 juta keluarga di Jawa Barat, masih terdapat keluarga yang hidup di garis kemiskinan maupun di bawahnya. Ia menegaskan, penanganan kemiskinan tidak cukup dilakukan hanya dengan pemberian bantuan sosial, tetapi juga harus disertai pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kemandirian keluarga.

Dalam sambutannya, Siska turut mengutip pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang kerap disampaikan melalui berbagai konten media sosialnya. “Yang terpenting itu bukan hanya memberikan bantuannya, tetapi mengubah mindset-nya. Karena kalau mentalnya hanya menerima bantuan saja, maka selamanya mentalnya adalah mental miskin,” kata Siska menirukan pernyataan gubernur.

Ia menyebut, penyuluh KB memiliki peran strategis sebagai tokoh masyarakat yang dekat dengan warga dan memahami kondisi riil di lapangan. Karena itu, penyuluh KB diharapkan mampu mengubah pola pikir keluarga miskin menjadi keluarga yang disebutnya sebagai “keluarga Pancawaluya”, yakni keluarga yang sehat, tenteram, benar dalam bertindak, cerdas, dan mandiri secara ekonomi.

Baca Juga  Era Kontrasepsi Selesai, Mendukbangga / BKKBN Wihaji Minta Penyuluh KB Pahami Framework Kementerian

Siska juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara DP3AKB, Kemendukbangga melalui penyuluh KB, dan Dinas Sosial, mengingat masing-masing instansi memiliki kader lini lapangan yang dapat saling melengkapi. Ia mencatat, jumlah penyuluh KB di Jawa Barat saat ini telah mencapai lebih dari seribu orang.

Dari sisi data, Siska mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi keluarga penerima bantuan sosial, di antaranya keterlibatan sebagian keluarga dalam judi daring serta jumlah anak yang relatif banyak di keluarga miskin, yang menurutnya berisiko menekan angka Total Fertility Rate (TFR) dan menurunkan kualitas hidup keluarga. Ia menyebut, terdapat sekitar 221.930 KPM bantuan sosial di Jawa Barat yang perlu terus dipantau agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga  Dedie Rachim Sambut IDX Channel x Sinarmas Land Golf Tournament 2025

Sebagai salah satu langkah afirmatif, DP3AKB bersama perangkat daerah lain mendorong pergeseran peserta KB ke kaum pria melalui surat edaran gubernur. Siska melaporkan, upaya tersebut membuahkan hasil dengan kenaikan peserta KB pria hingga 300 persen pada tahun lalu.

Pos terkait