Menurut Kang Aldho, kedekatan lokasi Sekretariat PWI Kota Bogor dengan Bakesbangpol dapat menjadi peluang untuk memperluas kolaborasi pelayanan publik.
Ia mendorong agar pelayanan publik terpadu yang sebelumnya telah dilaksanakan dapat digelar secara rutin.
“Kemarin kita sudah coba mengadakan kegiatan pelayanan publik bersama. Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Tidak hanya layanan kependudukan dan perizinan, tetapi juga menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya,” kata Kang Aldho.
Selain pelayanan publik, Kang Aldho menilai komunikasi langsung antara pejabat pemerintah dan wartawan juga penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Menurutnya, akses terhadap sumber utama dapat membantu wartawan memperoleh informasi yang akurat sekaligus menjalankan tugas jurnalistik sesuai **Kode Etik Jurnalistik (KEJ)**.
“Sinergi seperti ini sangat positif. Teman-teman media mendapatkan fakta dan data langsung dari sumber utama, sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat benar-benar berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Penguatan sistem digital melalui SIPEKA, keberadaan penyuluh wawasan kebangsaan di tingkat kelurahan, serta kolaborasi dengan media menjadi bagian dari upaya Bakesbangpol Kota Bogor membangun kewaspadaan dini.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya Kota Bogor yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. (*)








