Kemudian meningkat pada pukul 07.00 WIB dengan kadar 20,1 ug/m3 dengan kualitas masih baik, yang kemudian berangsur dalam kondisi sedang dengan rata-rata dalam 24 jam kadarnya 36,72 ug/m3 yang juga dalam kondisi baik.
Dedie Rachim mengatakan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada indeks kualitas udara di beberapa daerah di Jabodetabek dan Jawa Barat, termasuk Kota Bogor, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua hari (7-8 September).
Sebab, faktor kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjadi hal utama bagi anak-anak.
Saat ini, setelah indikator udara membaik dan sekolah sudah disiapkan serta bersih, maka pembelajaran tatap muka kembali dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika ada fase waspada.








