SANGA.ID. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencatat kualitas udara di Kota Bogor kini telah membaik dan berada pada kategori aman. Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas di luar ruangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta membatasi aktivitas yang tidak mendesak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati, menyampaikan bahwa kondisi parameter udara menunjukkan perkembangan positif, meskipun kewaspadaan tetap menjadi hal utama.
“Kualitas udara saat ini sudah membaik dan aman untuk semua kalangan. Namun, kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar ruangan yang sekiranya kurang perlu,” ujar Kepala Diskominfo Kota Bogor, Ana Ismawati.
Berdasarkan data pemantauan penanggulangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau per Selasa, 8 September 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada angka 20,1 (Kategori Baik). Rata-rata konsentrasi particulate matter dalam 24 jam tercatat sebesar 36,7 µg/m³, dengan konsentrasi tertinggi terjadi pukul 10.00 WIB (91,1 µg/m³) dan terendah pukul 02.00 WIB (8,0 µg/m³).
Dinamika Kasus Kesehatan dan Upaya Mitigasi
Seiring dengan kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melakukan pemantauan harian terhadap potensi timbulnya penyakit prioritas. Pemantauan dilakukan terhitung sejak 7 September 2026 di seluruh Puskesmas se-Kota Bogor.
Rincian pemantauan data kesehatan per 8 September 2026:
Total Kasus Terpantau: Mengalami kenaikan sebanyak 353 kasus, dari 1.669 pasien (7 September) menjadi 2.022 pasien (8 September).
Kenaikan Kasus: ISPA naik dari 1.472 menjadi 1.824 kasus (meningkat 24%), Asma naik dari 25 menjadi 29 kasus, dan Dermatitis (iritasi kulit) naik dari 70 menjadi 74 kasus.
Kasus Stabil: Konjungtivitis (iritasi mata) terpantau stabil pada angka 36 kasus.








