Penurunan Kasus: Pneumonia turun dari 35 menjadi 30 kasus, serta PPOK turun dari 31 menjadi 29 kasus.
Dinkes Kota Bogor menegaskan bahwa peningkatan kasus kesehatan ini dipengaruhi oleh pelbagai faktor seperti dinamika cuaca, daya tahan tubuh, dan perilaku individu. Hubungan langsung antara kenaikan kasus tersebut dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih memerlukan kajian medis lebih mendalam.
Respon Cepat dan Distribusi Logistik Medis
Sebagai bentuk penanganan dan respon cepat, Pemkot Bogor melalui Dinkes telah mendistribusikan sebanyak 190.000 masker yang tersebar di masyarakat, Perangkat Daerah, meliputi Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan, Satpol PP, hingga lingkungan Balai Kota Bogor.
Langkah strategis lainnya yang disiapkan Pemkot Bogor meliputi:
Menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) pada 8 September 2026 terkait kesiapsiagaan dampak abu vulkanik.
Penyediaan Buffer Stock Logistik Medis: Memastikan ketersediaan masker respirator (N95/KN95), inhaler/bronkodilator, tetes mata steril, tabung oksigen, dan cairan infus.
Perlindungan Kelompok Rentan: Distribusi logistik menyasar anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta pekerja luar ruangan.
Penguatan Surveilans Harian: Pelaporan real-time melingkupi Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Pratama, dan Klinik Utama.








