Mendukbangga Wihaji Ajak TPK Indramayu Kawal Distribusi MBG dan Kejar Sasaran Nol Persen Stunting

Mendukbangga

Sementara untuk kelompok lansia, Wihaji mengungkapkan populasi lanjut usia di Indramayu mencapai 11,9 persen dari total penduduk, yang menurutnya rentan mengalami kesepian akibat ditinggal anak bekerja di luar daerah. Ia meminta jajaran dinas terkait segera merealisasikan program Sekolah Lansia dengan sejumlah kegiatan, seperti pengajian dan kunjungan wisata religi, untuk menjaga aktivitas sosial para lansia.

Di sela acara, Wihaji turut memberikan bantuan uang tunai kepada sejumlah kader TPK yang hadir, sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka di lapangan.

Kunjungan Kerja dan Pengawasan Distribusi

Dalam keterangan pers seusai acara, Wihaji menjelaskan bahwa kunjungannya ke Indramayu merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk memastikan pelaksanaan Peraturan Presiden yang menugaskan TPK mendistribusikan MBG bagi kelompok 3B berjalan optimal.

Baca Juga  Tirta Pakuan Segera Pindahkan Pipa di Jalur Lintasan Jokowi

“Kita pastikan bahwa tugas baru ini bisa dikerjakan oleh para TPK, maka kita cek langsung,” katanya.

Ia menyebutkan, sebagian besar TPK di Indramayu, sekitar 80 hingga 90 persen, telah menjalankan tugas distribusi tersebut dan menerima insentif sebesar Rp1.000 per porsi yang dicairkan setiap sepuluh hari sekali sesuai skema program.

Wihaji menegaskan, keterlibatan TPK dalam distribusi MBG bukan satu-satunya solusi menuntaskan stunting, melainkan salah satu ikhtiar bersama yang perlu disertai intervensi lain, seperti penyediaan rumah layak huni, akses air bersih, edukasi, dan sanitasi.

“Apakah langsung selesai stunting? Enggak. Karena tidak hanya asupan gizi yang dibutuhkan, butuh rumah layak, butuh air bersih, butuh edukasi, juga butuh sanitasi,” ujarnya.(NJP)

Pos terkait