Di bidang lingkungan hidup, Dedie Rachim menyoroti persoalan persampahan yang masih menjadi tantangan besar bagi Kota Bogor. Saat ini, timbulan sampah yang harus dikelola mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
Dalam dua tahun ke depan, Kota Bogor direncanakan memiliki dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Selain memberikan kontribusi di bidang pendidikan, saya juga menginginkan ada kontribusi langsung dari Fatayat NU membantu menyosialisasikan pengolahan sampah dari hulu, pemilahan sampah dari rumah tangga agar sampah yang memiliki nilai ekonomis dikelola, karena timbulan ekonomi yang bisa menyejahterakan keluarga jika konsisten dilakukan. Saya mohon bantuannya menyosialisasikan dan mencegah kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke dalam sungai,” kata Dedie Rachim.
Menurutnya, dukungan Fatayat NU Kota Bogor melalui edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah dapat membantu mengurangi beban lingkungan.








