Selain itu, kegiatan ini juga mengacu pada Berita Acara Rapat Koordinasi Sinergi Lintas Sektor Nomor 300.2.3/ba.1678-BPBD/2026 tertanggal 5 November 2026.
“Apel ini digelar sebagai bentuk final check kesiapan penuh personel, peralatan, serta logistik di lapangan. Ini adalah wujud nyata komando kesiapsiagaan terpadu dan sinergi tanpa sekat antar-instansi untuk memitigasi serta mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Bogor pada periode 2026 hingga 2027,” jelasnya.
Dimas juga melaporkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, BPBD Kota Bogor bersama seluruh unsur pentahelix dan lintas sektor telah menuntaskan berbagai langkah taktis dan strategis dalam upaya prabencana.
Langkah tersebut meliputi penyelesaian Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir dan Gempa Bumi Kota Bogor, serta pemasangan dan pengoperasian satu unit Early Warning System (EWS) tanah longsor di Kelurahan Panaragan.
“Telah dilaksanakan juga penyelenggaraan Jambore 27 Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dan pembentukan 12 Keltana baru, Deklarasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana se-Kota Bogor, Pengukuhan 20 Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pembentukan Pramuka Tangguh Bencana sebagai inovasi garda depan relawan muda, serta Pelaksanaan Aksi Hijau (Mitigasi Lingkungan) secara serentak di wilayah Kota Bogor dan Terbentuknya TRC Lintas Sektor,” paparnya.








