SANGA.ID. Di sepanjang Jalan Surya Kencana, semangat toleransi dan keberagaman mengalir dalam puncak perayaan Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026. Kurang lebih 20 penampil dengan 12 barongsai, disertai sanggar-sanggar dari berbagai budaya tradisional, marawis, serta 500 UMKM memadati ruas jalan tersebut.
Warna-warni lampion dan denting tambur barongsai mengiringi kehadiran anak-anak, remaja, hingga orang tua yang berkumpul di sepanjang lokasi acara untuk menyaksikan ragam pertunjukan yang disajikan.
Mulai dari pembukaan yang dilakukan oleh PPI Kota Bogor dengan membawa Bendera Merah Putih, kemudian dilanjutkan dengan Liong Merah Putih sepanjang 50 meter yang diiringi oleh Tim Qasidah, diikuti oleh Mojang Jajaka Kota Bogor dan Komunitas Lengser Ambu Bogor, dilanjutkan dengan penampilan drumband hingga tarian dari sanggar-sanggar Sunda.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menyampaikan bahwa di Indonesia terdapat cukup banyak kota yang dikenal dengan kemeriahan Cap Go Meh, mulai dari Surabaya, Bandung, Manado, hingga Bekasi. Namun, yang dianggap terbesar di Indonesia ada dua, yakni Singkawang dan Kota Bogor.








