JAKARTA. Layanan rehabilitasi sebagai upaya pemulihan ketergantungan bagi penyalah guna narkoba merupakan bagian penting dalam upaya War on Drugs. Dalam praktiknya, rehabilitasi bisa dilaksanakan melalui rawat inap dan rawat jalan.Di benak sebagian masyarakat, rehabilitasi masih identik dengan rawat inap, dan tidak sedikit yang masih mempertanyakan efektivitas dari layanan rawat jalan.
Merespon hal ini, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI menggelar webinar bertema “ Rehabilitasi Rawat Jalan, Efektifkah?”, di Hotel Ciputra, Jakarta,pada Rabu (16/3). Webinar ini dibuka langsung oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose, secara daring, dari ruang kerjanya.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan kembali bahwa rehabilitasi adalah tugas yang mulia karena menyelamatkan anak bangsa. Dalam mengembangkan rumusan kebijakan layanan rehabilitasi, Kepala BNN RI mengarahkan jajarannya untuk memperhatikan _evidence base_. Di samping itu, Kepala BNN RI juga menekankan tentang pentingnya kerja sama dengan komponen lainnya baik di kalangan pemerintahan maupun masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi.
Terkait rehabilitasi, Kepala BNN RI mengatakan bahwa layanannya berbeda tergantung dengan individu, tingkat penggunaan, jenis narkoba dan kompleksitas masalah lainnya. Adapun rehabilitasi yang bisa diakses bisa berupa rawat inap hingga rawat jalan.








