FPK Gelar Diskusi Kebangsaan Bersama Etnis Sunda Kota Bogor

  • Whatsapp

BOGOR. Untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghargai dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam keutuhan berbangsa dan bernegara. Melalui Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah membentuk Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Wakil Walikota Bogor Bapak Dedie Abdu Rachim yang juga sekaligus Ketua Dewan Pembina FPK Kota Bogor, memberikan Sambutan dan berdiskusi dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bersama Etnis Sunda dengan mengusung tema “Sinergitas Seni dan Budaya Kearifan Lokal Dengan Etnis Lainnya Dalam Bentuk Kebhinekaan”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Palataran Pakujajar Sipatahunan, Ma Ageung, Jalan Loader, Kecamatan Bogor Timur, yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina FPK Kota Bogor, Bapak Dedie Abdu Rachim, Jajaran Pengurus FPK Kota Bogor, Kesbangpol Kota Bogor, Disparbud Kota Bogor dan perwakilan Etnis Sunda bersama para Budayawan serta Penggiat Seni lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bogor mengatakan, silahkan para Seniman dan Budayawan berkarya, tempatnya sudah kami siapkan di eks Gedung DPRD Kota Bogor karena disitu adalah perpustakaan daerah. Agar nanti ada peningallannya berupa karya, dapat dilihat oleh anak cucu kita nantinya atau jika nanti ada yang membutuhkan referensi akan mudah mencarinya.

Baca Juga  Sudah 82 Pasien Covid-19 dari Klaster Ponpes di Kota Bogor Dinyatakan Sembuh

“Jadi inilah saatnya menunjukan kepada Dunia, jika masyarakat Sunda itu berbudi luhur dan memiliki filosofi yang tinggi. Jadi masyarakat luas bisa mengetahui jika masyarakat Sunda itu tidak hanya sekedar memakai Baju Pangsi atau totopong saja,” ungkap Dedie, Selasa (26/10/2021).

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPK Kota Bogor, Agus Rustandi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak yang telah hadir pada malam hari ini. Khususnya kepada perwakilan Etnis Sunda yaitu Kang Abob dari Palataran Pakujajar yang telah mempersatukan seni dan Budaya Sunda di Kota Bogor.

“FPK ini anggotanya terdiri dari berbagai suku bangsa, di Kota Bogor sendiri saat ini sudah ada 21 perwakilan suku bangsa. Intinya FPK hadir membantu Pemerintah dalam menciptakan Kondusifitas di wilayah,” kata Agus.

Baca Juga  Situ Gede Dipercantik, Bima Arya: Gabungkan Rekreasi, Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Agus melanjutkan, bicara Pembauran di Kota Bogor sesuai amanah dari Permendagri Nomor 34 tahun 2016 adalah memeberikan pemahaman kepada semua pihak tentang apa itu Pembauran, agar selalu tercipta suasana yang aman dan kondusif dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Kalaupun ada sedikit perbedaan yang menyebabkan gesekan, itu hal biasa, semuanya bisa dibicarakan, semuanya bisa diselesaikan. Mari kita semua menjaga Kota Bogor menjadi Kota Bogor yang tetap aman dan nyaman sehingga medah untuk dapat berkaryaberkarya, tidak ada perbedaan,” Agus menutup.

Dalam kegiatan ini, FPK Kota Bogor juga mendeklarasikan ‘Ngahiji untuk Berkarya’ dalam keberagaman demi kemajuan Kota Bogor.

Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah mengamanatkan Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang dibentuk di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
.
Pembentukan FPK dilakukan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, serta memiliki hubungan yang bersifat konsultatif. Pemerintah menyadari, bangsa Indonesia yang multikultural dan terdiri atas berbagai suku, ras, dan etnis, dengan berbagai latar belakang budaya, adat istiadat dan agama sangat berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan, serta keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Manfaatkan Kali Ciharashas Dengan Usaha Karamba Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Pembauran Kebangsaan merupakan proses penting yang dapat meningkatkan kesadaran dan perwujudan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka pemantapan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *