Per Minggu (17/4/2022), capaian vaksinasi di Kota Bogor sudah menyentuh angka 104,57 persen untuk dosis 1, kemudian 91,95 persen dosis kedua dan 27,27 persen untuk dosis ketiga atau booster.
“Target kita pada 25 April nanti bisa mencapai 50 persen sudah divaksin booster. Ini tidak mudah tapi kita terus berikhtiar maksimal. Setiap hari harus ada pelayanan vaksin,” ujarnya.
Untuk mengakselerasi target tersebut, Bima menyebut ada 3 strategi utama, yakni pendekatan berbasis data, pendekatan kewilayahan dan pendekatan berbasis komunitas.
“Pertama pendekatan berbasis data. Silahkan sisir warga yang belum vaksin melalui basis data yang ada di RW siaga, puskesmas, semuanya. Tapi tidak cukup data saja. Karena seringkali ada ketidaksesuaian data satu sama lain. Harus dipastikan di lapangan,” kata Bima.
Yang kedua, lanjut Bima, adalah pendekatan kewilayahan. Pendekatan kewilayahan ini membutuhkan kreasi dan inovasi. “Ada yang berkreasi memadukan vaksin dengan bantuan, ada yang berkreasi memadukan dengan event, dengan bazar ramadhan misalnya dan kegiatan lain. Ada yang langsung di jalan,” terangnya.
“Yang ketiga, pendekatan berbasis komunitas. Saya titip kepada Dinas Pendidikan. Dugaan saya, masih ada guru yang belum di booster. Terus yang lainnya, misal Kesbangpol pendekatan komunitas Ormas, partai politik dan lain sebagainya,” tandas Bima.








