Menanggapi tawaran tersebut, Bonivasius menilai banyak hal yang bisa dikolaborasikan antara BKKBN sebagai koordinator pelaksana percepatan penurunan stunting dengan Unpad sebagai lembaga pendidikan tinggi. Setidaknya hal itu bisa dilakukan dengan mengimplementasikan program atau kegiatan yang sudah berjalan. Salah satunya terkait penguatan Pojok Edukasi Kependudukan untuk Masyarakat (Pesat).
“Dalam konteks pengabdian masyarakat seperti disampaikan Bu Rektor, kolaborasi bisa dilakukan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema khusus stunting. Terkait penelitian, Unpad bisa berperan dalam penguatan riset tentang stunting maupun Bangga Kencana pada umumnya. Unpad juga bisa terlibat sebagai tim uji coba Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022. Tentu saja kolaborasi bisa dikembangkan lebih lanjut melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ungkap Bonivasius.
Secara teknis, sambung Bonivasius, pembekalan KKN Tematik dan MBKM Desa Membangun bisa dilakukan dengan metode e-learning maupun tatap muka. Dalam hal ini, BKKBN menyiapkan narasumber dan instruktur. Adapun Unpad menyiapkan mahasiswa peserta KKN dan penempatan di lokasi kegiatan.








