Setelah data tersebut lengkap pihaknya akan melakukan mapping untuk membuat solusi dan desain relokasi agar warga nyaman.
“Coba tolong dipastikan lagi dengan BKAD, mana lahan yang matang untuk kita ajukan untuk didanai oleh provinsi atau pusat. Jadi begitu lahan matang kita ajukan, semuanya. Jadi nanti kan kita ada datanya nih minggu ini selesai, kita lihat mapingnya seperti apa, jadi kita butuh kepastian untuk tanggap darurat,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, terkait lahan relokasi pihaknya akan segera melakukan pengecekan status zonasi dan peruntukan lahan tersebut apakah bisa diperuntukan untuk hunian atau hal lain.
“Nanti kita cek dengan BKAD. Karena kalau misalnya pemberian PSU itu bukan untuk pemukiman itu akan menjadi persoalan. Jadi nanti kami juga akan konsul dengan kejaksaan dan sebagainya,”ujarnya.
Mengenai status relokasi dan daerah rawan bencana, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan bidang geologi Universitas Pakuan dan bidang kebencanaan untuk melihat status kerawanan di lokasi tersebut.
Pada tahap awal ini pemeriksaan akan dilakukan di wilayah Gang Kepatihan dan Gang Barjo.
Karena kata Syarifah, dari asesmen awal kondisi tebing yang ada di wilayah tersebut kemiringannya mencapai 90 persen.
“Karena memang kemiringannya 90 persen, dipasang TPT juga itu tidak mungkin. Makanya akan kita maksimalkan disitu,” katanya saat melaporkan kepada Bima Arya. (*)








