Dosen Sains Komunikasi Unida Sampaikan Perlunya Kolaborasi Heksahelix untuk Selesaikan Masalah Lingkungan

Kolaborasi

“Tahun lalu saya melalukan riset mengenai perilaku komunikasi gerakan sosial komunitas perubahan iklim, komunitas perubahan iklim yang menjadi informan menyampaikan bahwa beberapa bencana alam di Kabupaten Bogor merupakan bukti nyata dampak masalah lingkungan dan perubahan iklim dan anak menjadi korban tertinggi,” jelas Robby.

Mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Mutiara F. Siadari sebagai Kepala Dekontaminasi Lokasi Limbah B3 Bidang Pertambangan dan Energi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan bahwa anak muda menjadi salah satu kelompok sasaran yang ingin diadvokasi. Anak muda perlu dilindungi dan terhindar dari pencemaran akibat limbah B3. Limbah B3 bila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah sosial seperti kebakaran dan berdampak pada kesehatan.

Baca Juga  Ponpes Tahfidzul Qur’an Asaefurohim Sulaimaniyah Diharapkan Lahirkan Generasi Qur’ani Yang Cerdas

“Tugas pokok kami adalah tanggap darurat dan pemulihan lahan terkontaminasi. Pengelolaan limbah b3 itu perlu melalui proses pengurangan, penyimpanan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, penimbunan dan terakhir dumping. Keterlibatan anak muda sangat dibutuhkan, salah satunya dalam proses pengurangan yang sudah dilakukan komunitas,” katanya

Manager Program Community Empowerment Greenaration Foundation (GF) Dimas menyampaikan bahwa GF adalah LSM yang berfokus pada pemanfataan media kreatif adaptif dalam mengubah perilaku manusia untuk menerapkan konsumsi dan produksi berkelanjutan di Indonesia.

“EcoRanger adalah program pendampingan pengembangan komunitas lokal untuk menerapkan praktik produksi dan konsumsi berkelanjutan. Dan pada tahun 2023 ini kami berkolaborasi bersama UNICEF untuk mengentaskan masalah lingkungan di Bogor. Selama enam bulan ke depan kami akan melakukan pengembangan kapasitas, mencetak agent of change dan memfasilitasi agent of change untuk menerapkan solusi dan idea mereka,” kata Dimas.

Pos terkait