Dosen Sains Komunikasi Unida Sampaikan Perlunya Kolaborasi Heksahelix untuk Selesaikan Masalah Lingkungan

Kolaborasi

Farah, yang juga dari GF menyampaikan bahwa Tim GF telah melakukan riset di Kabupaten Bogor. Menurutnya, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor tahun 2022 menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir volume sampah selalu meningkat. Selain itu, pencemaran udara dan air di beberapa tempat juga terjadi.

“Pencemaran limbah B3 merupakan toxic bagi manusia dan bisa menyebabkan keracunan yang berbahaya bagi hati, ginjal dan organ lainnya. Menurut data BPS 2022, jumlah penduduk balita hingga anak-anak di Indonesia sebanyak 16% dan remaja 25%. Untuk itu kami berkolaborasi bersama UNICEF untuk melakukan kegiatan di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tegal,” katanya.

Farah menambahkan, di Desa Cinangka Kabupaten Bogor dan beberapa desa lainnya ditemukan adanya paparan kadar di sekitar peleburan aki bekas.

Baca Juga  Denny Mulyadi Buka Sosialisasi PSEL, Tekankan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Dalam kesempatan yang sama, Aryanie Amellina dari UNICEF Environment and Climate Action Specialist menyampaikan bahwa aksi lingkungan untuk anak muda adalah untuk membangun kesadaran anak muda untuk peduli dan terlibat dalam mitigasi pencemaran lingkungan.

“Anak perlu dilindungi dan bencana dan risiko lingkungan. Dalam aksi, kami juga mendorong anak muda untuk ikut serta dalam hal mitigasi dan advokasi. Dalam masalah lingkungan, anak muda selalu jadi sasaran kami karena kami ingin mereka menjadi agent of change. 4 pilar kami untuk anak muda yakni Melibatkan, Menjadikan mereka sebagai penerima manfaat, Mengurangi polusi dan Melindungi anak-anak dari bencana,” ungkap Aryanie. (*)

Pos terkait