Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur Lampung Sampai ke New York

Pesawaran
Membentangkan wastra sulam jelujur bersama tim juri. Ki-ka: Agus Dermawan T, Yusuf Susilo Hartano, Bupati Dendi Ramadona, Nungki Kusumastuti, Atal S. Depari, dan Ninok Leksono. (Foto: Malik AKPWI)

Dengan visi jauh ke depan Bupati Dendi memutuskan untuk mengembangkan sulam jelujur menjadi salah satu kekhasan Pesawaran. Ia mendorong melakukan pembinaan dan pengembangan hingga diversifikasi produk dari kerajinan sulam jelujur itu melalui Dekranasda Kabupaten Pesawaran.

Pembinaan Intensif

Upaya mengembangkan sulam jelujur mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Yayasan Cinta Tenun Indonesia (CTI) dengan memberikan pembinaan-pembinaan yang intensif.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyediakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Rumah Galeri Sulam Jelujur yang dapat digunakan oleh para pengrajin di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, yang jadi sentra sulam jelujur.

Tidak hanya memproduksi sulam jelujur, Pemerintah Kabupaten juga membuka pasarnya. Misalnya ikut pameran di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah : Perempuan Bisa Melahirkan Peradaban

Lalu bagaimana sulam jelujur di Pesawaran sendiri? “Saat ini saya mewajibkan hotel-hotel di Pesawaran untuk menggunakan sulam jelujur untuk home decoration, table runner, bed runner, true sofa, pouch bag, kotak tisu, dll,” kata Bupati.

Puncaknya, wastra sulam jelujur hadir di pekan mode bergengsi dunia, yakni Pekan Mode New York tahun 2022. (*)

Pos terkait