“Berterima kasih juga kepada Kemenhub yang sudah memberikan perhatian dan berharap mudah-mudahan bisa kerja sama dalam treatment dan penanganan agar tidak ada lagi masyarakat yang tinggal dibawah yang masuk ke dalam lahan SDA dan KAI. Untuk masyarakat juga jangan mengambil risiko untuk tinggal di daerah yang rawan,” jelas Dedie.
Dari data BPBD Kota Bogor, ada 18 kepala keluarga, 17 rumah yang berada di sekitar lokasi longsoran. Dari total tersebut 5 diantaranya rusak diterjang longsor.
“Secara keseluruhan itu adalah zona hitam yang tidak bisa dijadikan tempat tinggal. Saat ini kita juga sedang mempersiapkan relokasi dan memastikan lahan relokasi bisa digunakan,” katanya.
Karena lanjut Dedie, jalur kereta Bogor-Sukabumi merupakan jalur vital sebagai jalur perekonomian.
Sehingga dalam operasionalnya dan perbaikannya jangan sampai menimbulkan longsoran baru.
Saat ini kata Dedie, sudah ada tiga opsi lahan yang akan digunakan sebagai relokasi.
“Sampai saat ini masih kita terus matangkan untuk proses relokasinya,” katanya. (*)








