“Dalam sumpah dokter, jelas tidak boleh membedakan pasien berdasarkan agama, suku, dan status sosial,” terangnya.
Dalam survey kepuasaan pasien yang dilakukan Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu, tingkat kepuasan pasien pada unit rawat jalan mencapai 92 persen, sementara 8 persen mengaku tidak puas. Survei ini melibatkan 387 sample dari 14008 populasi.
Sementara pada unit rawat inap sebanyak 92,8 persen pasien mengaku puas. Dan 7,2 persen lainnya mengaku sebaliknya. Survei ini melibatkan 387 sample dari 14008 populasi.
Pada UGD tingkat kepuasan konsumen mencapai 92,4 persen dengan melibatkan 331 sample dari 2.223 populasi.
Sampel survei diambil dengan menggunakan metode random sampling. Dimana pasien atau keluarga pasien diberikan kuesioner dan mengisinya sesuai dengan persetujuan secara tatap muka. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan metode crosstab.
Survei yang dilakukan mengacu pada tujuh Dimensi Mutu Pelayanan, yakni integrasi, efisien, efektif, tepat waktu, aman, adil, dan berorientasi pada pasien. Survei kepuasan masyarakat dilaksanakan di seluruh layanan RSUD Kota Bogor.
Kepuasan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor, diakui salah satu pasien BPJS, Mirna (42). Warga Kelurahan Pamoyanan ini mengaku merasa aman dan nyaman selama berada di RSUD.








