“Harapannya jika sudah terstruktur dan sistematis, maka capaiannya dapat meningkat. Evaluasinya dilakukan berdasarkan laporan pada aplikasi,” kata Syarifah.
Disamping itu kata Sekda, berdasarkan hasil penelitian, 30 anak sekolah di Kota Bogor ada 82,3 persen tahu rokok karena melihat iklan rokok atau display rokok, 18 persen menggunakan vape dan 21,4 persen merokok konvensional.
Sebelumnya dalam laporan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Bogor, Siti Robiah Mubarokah menyampaikan, berdasarkan hasil monev tingkat kepatuhan pada 9 KTR di Kota Bogor pada tahun 2020 mengalami penurunan, yakni hanya 59 persen, tahun 2021 kembali meningkat menjadi 76 persen, namun tahun 2022 kembali turun menjadi 71,6 persen.








