Dalam Webinar Literasi Digital yang dipandu oleh Kepala Program Studi Ilmu Komputer Muhammad Encep, Kepala Program Studi Administrasi Publik Faisal Tri Ramdani menjelaskan, ada dampak positif dari era disrupsi di mana ada banyak inovasi dan perubahan secara masif. Pelayanan publik pun berubah dan berkembang.
“E-Government merupakan penggunaan teknologi informasi yang dapat atau bisa meningkatkan hubungan di antara pemerintah dengan berbagai pihak yang berhubungan. Fungsi E-gov sendiri bisa memberikan pelayanan baik kepada masyarakat, meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan pelaku bisnis dan masyarakat, memberdayakan masyarakat lewat informasi hingga pemerintahan bisa jauh lebih efisien,” ungkapnya.
Kepala Lab Ilmu Komputer Ma’shum Abdul Jabbar menyampaikan bahwa konsep metaverse yang saat ini sedang tren berasal dari novel Snow Crash karya Neal Stephenson tahun 1992. Metaverse sendiri merupakan lingkungan virtual 3D imersif yang menggabungkan antara dunia virtual dengan dunia nyata dengan konsep avatar yang bisa saling berinteraksi. Beberapa contoh teknologi metaverse adalah Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang bisa dimanfaatkan untuk tur dan pameran.
“Virtual Realty bisa bermanfaat untuk pelatihan medis, pendidikan hingga keliling dunia. Dan keuntungan melalukan pameran dan tur virtual adalah jangkauan lebih luas, dapat dibuka 24 jam, akses yang mudah, instragamable hingga memiliki analitik komprehensif dan terukur,” katanya.








