Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armein Sjuhary Rowi menerangkan, pemberlakuan ZI menjadi tantangan bagi RSUD Kota Bogor untuk mencapai predikat WBK dan WBBM.
Guna mencapai kedua predikat itu, manajemen RSUD Kota Bogor telah menyiapkan sejumlah strategi. Diantaranya, dengan membangun integritas, membangun sistem, membangun sumber daya manusia (SDM) dan membangun budaya kerja.
“Membangun integritas akan dilakukan pada seluruh bidang atau unit yang ada melalui upaya perubahan dan perbaikan yang terencana, sistematis dan komprehensif,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IDI Cabang Kota Bogor ini.
Sementara membangun sistem yang dimaksudnya, yakni membangun peraturan dan SOP yang mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dan Pungli. “Tentunya perbaikan dan peningkatan sistem pengawasan akan diberlakukan agar tidak ada celah untuk perbuatan tercela itu,” terangnya.








