Lilis Kustriani, Sepenggal Kisah Inspiratif 40 Tahun Mengabdi Di Dunia Pendidikan

Pendidikan

Baru beberapa bulan di SD Negeri Malabar kata Lilis Kustriani, Indonesia bahkan dunia terlanda Covid, sehingga semua kegiatan dihentikan, termasuk kegiatan belajar di kelas. Semua belajar di rumah, guru-guru bergantian ke sekolah dengan diberlakukannya WFH -WFO. Hampir semua kegiatan berbasis digital. Rapat -rapat dan pertemuan melalui zoom. Sepertinya dunia terasa sepi, tanpa celoteh anak-anak murid di sekolah.

” Banyak siswa maupun guru yang terkena covid, sehingga harus benar-benar diisolasi. Tak terkecuali saya,” tuturnya sedih.

Tahun 2021 Terkena Covid Hingga Dirawat di RSUD

Selama 12 (duabelas) hari di RSUD kota Bogor sungguh merupakan kejadian yang sangat mengerikan bagi Lilis Kustriani. Bagaimana tidak, dalam ruang yang berjumlah 8 pasien covid itu, setiap malam selalu ada yang meninggal sampai pada malam yang keempat, bahkan dirinya merasa mungkin malam ini gilirannya, karena saat itu seluruh tubuhnya merasa lemah dan lupa.

Baca Juga  Plt. Bupati Bogor Tetapkan Status Tanggap Darurat Di Desa Bojong Koneng

“Segala tasbih dan zikir yang biasa saya bisikan tidak dapat terucap karena lupa. Ingatan saya terasa kosong tak ada satupun zikir yang ada dalam ingatan, kecuali astagfirrallahaladzim,” katanya Lilis Kustriani mengingat pengalamannya itu.

Entah dihari keberapa, ingatannya mulai kembali semua tasbih dan zikir yang selalu dibisikan perlahan mulai terucap dan melihat pasien-pasien dikiri kanan sudah berganti lagi.

“Saya mulai ada semangat, sudah mulai bisa ke kamar mandi sendiri, sudah mulai bisa memberi semangat kepada pasien yang lain. Alhamdulillah saya bersyukur, setelah 12 hari dirawat di RSUD kota Bogor akhirnya bisa pulang ke rumah, begitu pula dengan suami,” Kata dia.

Setelah kembali beraktifitas di sekolah sungguh sangat menyenangkan. Bertemu dengan guru-guru dan anak-anak di sekolah. Setelah covid berlalu, kegiatan kembali digalakkan, segala ektrakurikuler dan belajar di luar kelas dan di luar sekolah. Kegiatan lomba-lomba mulai diikuti kembali. Baik di lingkungan Dinas Pendidikan kota Bogor maupun diluar Dinas Pendidikan.

Baca Juga  ICMI Bersama BSI Luncurkan Program Beasiswa

Satu tahun setelah terkena covid saya dirawat kembali, kali ini menurut dokter karena adanya TBC Otak atau maningitis ringan dan harus berobat selama satu tahun kedepan.
Alhamdulillah sampai memasuki masa pensiun masih bisa beraktifitas walau harus terbatas, karena keadaan penyakit yang menuntutnya tidak boleh dalam keadaan lelah.

Pada tanggal 1 Mei 2023 menerima SK Pensiun. Tamatlah sudah riwayat perjalanan selama 40 tahun mengabdi sebagai guru sampai disitu. Menurutnya, tidak ada yang lebih baik lagi yang dapat persembahkan untuk dunia pendidikan dan Dinas Pendidikan Kota Bogor.

“Saya berharap semoga semua kerja yang dilakukan semuanya baik dimata Allah. Aamiin,” ucapnya.

Sebelum mengakhiri, Lilis Kustriani berpesan kepada guru-guru yang masih aktif dan masih muda jangan pernah merasa lelah untuk berusaha dan belajar. Apalagi di masa digital seperti ini harus mau selalu belajar dan mengikuti perubahan.

Baca Juga  BNN RI Gelar Pemusnahan Barang Bukti Temuan Jaringan International

“Seperti pesan sebuah iklan di TV : ikuti perubahan atau ketinggalan zaman. Guru-guru jangan pernah menolak apabila mendapat tugas pelatihan atau seminar maupun tugas tambahan lain, karena itu merupakan kesempatan yang tak akan terulang,” ujar Lilis Kustriani memotivasi.

Biodata
Nama : Lilis Kustriani
Tempat, tanggal lahir : Bogor, 19 April 1963.
Prestasi :
-Juara 3 Guru Teladan Taman Kanak-Kanak.
-Juara 1 Lomba Menulis tingkat Jakarta Timur dan Juara 3 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh BKKBN Pusat.
-Penulis buku pelajaran IPS Kelas 3 Penerbit Erlangga Tahun 1998.
-Juara 2 Guru Berprestasi tingkat kecamatan Bogor Tengah Tahun 2013. (boy)

Pos terkait