Pesta Rakyat 17-an di Bukit Pupay, Kebersamaan Pemimpin Dengan Warganya

Rakyat

Dengan adanya perlombaan ini kata Bima Arya, warga dalam setahun sekali boleh memukuli wali kota dengan bantal melalui lomba pukul bantal, setahun sekali warga juga bisa menceburkan wali kota melalui lomba itu.

Pesta rakyat ini bukan tentang kemewahan, namun kebersamaan yang harus terus dijaga. Bima Arya mengakui gebuk bantal atau pukul bantal menjadi lomba yang berkesan bagi dirinya. Karena Ia ingin melihat seberapa besar keberanian warga.

“Saya tahu warga nggak enak tapi di sisi lain mereka pasti memanfaatkan momentum bisa mukul (melalui lomba gebuk bantal) wali kota pakai bantal, kedua selalu seru lihat panjat pinang karena ini masalah strategi, karena melihat, mengamati strategi mereka selalu seru,” katanya.

Baca Juga  Mantan Penjual Es Doger Ini Sukses Jadi Petugas Paskibraka Kota Bogor

Untuk tarik tambang Bima Arya yang satu tim dengan Forkompinda mengaku menyerah. Hal itu terbukti ketika Forkompinda mengikuti perlombaan tarik tambang bersama warga di sesi pertama mengalami kekalahan dan di sesi kedua Forkompinda bisa meraih kemenangan.

Pos terkait