Namun saat akan menentukan pemenang pada sesi 3 Bima Arya dan Forkompinda mengangkat tangan.
“Ya, kalau tarik tambang kita ngaku kalah deh, semua (warga) berotot tanpa lemak semua, kekuatannya melebihi kita, kita sadar diri kita ngalah,” kata Bima Arya sambil tertawa.
Ia pun berharap tradisi ini bisa terus dijalankan oleh pejabat wali kota ke depan ataupun orang yang akan memimpin Kota Bogor selanjutnya.
“Karena pemimpin harus merakyat, pemimpin harus dekat dengan warganya, karena pemimpin harus ada di tengah-tengah warganya, karena pemimpin harus ada, suka dan duka bersama warganya,” ujarnya. (*)








